Terapi meredam duka saat menghadapi musibah.
Rabu 13 september 2006, 20:05 WIB
Oleh: Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah.
1.melihat kepada nikmat-nikmat yang masih dikaruniakan oleh Allah SWT.
2.meneladani dan mengingat kisah orang-orang yang tertimpa musibah.
3.mengeluh akan melipatgandakan kepedihan.
4.terluputnya pahala kesabaran lebih berat daripada musibah.
5.keluhan akan mengakibatkan musuh bergembira, kawannya berduka, Rabbnya murka, setannya tertawa, pahala sirna, dan dirinya menjadi lemah. Dan sebaliknya.
6.sikap sabar dan berharap pahala akan memberikan kesenangan dan kebahagiaan yang nilainya berlipatganda dibanding dengan apa yang hilang darinya saat ditimpa musibah.
7.menghibur diri dengan mengharapkan ganti disisi Allah. Pepatah mengatakan “apapun jika kau hilangkan pasti ada penggantinya, namun tiada pengganti jika engkau kehilangan Allah”. Juga dalam sebuah syair “kesulitan datang dengan berbagai rupa, namun disisi Allah jualah jalan keluarnya”.
8.musibah yang sebenarnya adalah apa yang ditimbulkan oleh musibah itu baginya. Dalam sebuah hadist “sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia menguji mereka. Barangsiapa ridho, maka ia akan memperoleh keridhoan, dan barangsiapa murka maka ia memperoleh kemurkaan” Ahmad menambahkan “dan barangsiapa gundah maka ia akan memperoleh kegundahan”.
9.kegundahannya akan berakhir dengan kesabaran yang terpaksa.
10.obat yang paling manjur adalah menjalani apa yang dicintai Allah. Seorang yang jatuh cinta tentu akan mengikuti “sang kekasih”. Siapa yang mengaku mencintai kekasihnya, tetapi membenci apa yang dibenci kekasihnya serta mencintai apa yang dibenci olehnya, maka ia telah mempersaksikan kedustaannya kepada dirinya sendiri dan akan menjerumuskan dirinya kepada kemurkaan sang kekasih.
11.bergembira dengan pahala Allah akan terasa lebih nikmat daripada bergembira dengan apa yang hilang darinya.
12.ujian Allah kepada hamba-Nya adalah untuk menguji kesabarannya.
13.musibah akan menghancurkan penyakit sombong dan keras hati.
14.kepahitan dunia adalah kemanisan akherat. Lebih baik seseorang beralih dari kepahitan sementara kepada kemanisan abadi, daripada sebaliknya
December 6th, 2007 at 11:42 am
Mantaaap Om!!!!