Archive for August, 2007

Hakekat Kemerdekaan Dan Hakekat keterbudakan

Friday, August 17th, 2007

 

Defenisi kemerdekan
setiap orang sangat subjektif sifatnya. Mungkin bagi orang miskin
makna kemerdekaan adalah tatkala dirinya bisa lepas dari kemiskinan,
bagi seorang pengangguran makna kemerdekaan adalah tatkala dirinya
bisa memperoleh pekerjaan, seorang napi, makna kemerdekaan baginya
adalah tatkala ia bisa keluar dari  penjara, lantas timbul
pernyataan, apa sebenarnya defenisi kemerdekaan secara objektif, yang
bisa diterima oleh setiap orang?

Seorang ulama salaf yakni
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang hidup pada abad ke tujuh hijriah
mengatakan:

“keterbudakan dan
penghambaan pada hakekatnya adalah keterbudakan dan penghambaan hati,
tatkala hati menjadikan diri seseorang sebagai budak dan sahaya, maka
ia adalah budak hatinya”

Oleh sebab itu, ada yang
mengatakan:

Hamba itu menjadi bebas
ketika ia qana’ah

Dan orang yang bebas akan
menjadi budak ketika ia tamak

Seorang penyair berkata:

Kutaati ambisi-ambisiku,
akhirnya ia memperbudakku

Seandainya saja aku
qana’ah, tentu aku merdeka

Diriwayatkan dari umar
bin khatab, bahwa ia berkata :

“ketamakan adalah
kefakiran, dan tidak banyak berharap adalah kecukupan, dan sungguh
seorang dari kalian apabila tidak menaruh harap kepada sesuatu ia
tidak akan merasa butuh kepadanya.”

Dalam shahih bukhari
diesbutkan bahwa Rasulullah bersabda:

“celakalah hamba
dirham, celakalah hamba dinar, calakalah hamba qathifah, celakalah
hamba pakaian. Sungguh ia celaka dan sakit apabila ia tertusuk duri
maka tidak bisa dicabut, jika diberi merasa ridha dan bila tidak
diberi marah”

Beliau menamakannya
sebagai budak dirham, budak dinar, budak
qathifah dan budak pakaian. Beliau menyebutkan “ia celaka
dan sakit, jika tertusuk duri maka tidak bisa dicabut
”, ini
adalah kondisi orang yang ditimpa keburukan kemudian tidak bisa
keluar dari sana dan tidak berhasil keluar karena ia celaka dan sakit
ia tidak memperoleh yang dicari dan juga tidak terlepas dari hal yang
tidak disukai, ini adalah penghambaan harta, dan Rasulullah mensifati orang
seperti ini “jika diberi merasa senang dan jika tidak diberi
marah
”..

Semoga kita tidak menjadi
budak dari hati kita, yang dengannya ini kita sesekali tidak akan
pernah merasa merdeka..