kesadaran
Sunday, May 25th, 2008coba-coba saja. silahkan didownload
“kesadaran”. moga2 berguna bagi semuanya.
coba-coba saja. silahkan didownload
“kesadaran”. moga2 berguna bagi semuanya.
Gerhana rembulan hampir total, malam gelap gulita, matahari berada
pada suatu garis dengan bumi dan rembulan. Cahaya matahari yang
memancar ke rembulan tidak sampai kepermukaan rembulan karena
ditutupi oleh bumi, sehingga rembulan tidak bisa memantulkan cahaya
matahari kepermukaan bumi. Matahari adalah lambang Tuhan, cahaya
matahari adalah rahmat nilai kepada bumi yang semestinya dipantulkan
oleh rembulan. Rembulan adalah para kekasih Allah, para rasul, para
nabi, para ulama, para cerdik, cendikia, para pujangga dan siapapun
saja yang memantulkan cahaya matahari atau nilai-nilai Allah untuk
mendaya gunakannya dibumi. Karena bumi menutupi cahaya matahari maka
malam gelap gulita. Dan didalam kegelapan segala yang buruk terjadi.
Orang tidak bisa menatap wajah orang lainnya secara jelas, orang
menyangka kepala adalah kaki, orang menyangka utara adalah selatan.
Orang bertabrakan satu sama lain, orang tidak sengaja menjegal satu
sama lain dan atau bahkan sengaja saling menjegal satu sama lain.
Didalam kegelapan orang tidak punya pedoman yang jelas untuk
melangkah, akan kemana melangkah dan bagaimana melangkah.
Ilir-ilir kita memang sudah ngelilir, kita sudah bangun, sudah
bangkit bahkan kaki kita sudah berlari kesana kemari, namun akal
pikiran kita belum, hati nurani kita belum. Kita masih merupakan
anak-anak dari orde yang kita kutuk di mulut namun ajaran-ajarannya
kita biarkan hidup subur didalam aliran-aliran darah dan jiwa kita.
Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok
balik. Kita mencerca maling dengan penuh kebencian kenapa bukan kita
yang maling. Kita mencaci penguasa zhalim untuk bisa menggantikannya.
Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan yakni
melarangnya untuk insyaf dan bertobat. Kita memperjuangkan gerakan
anti penggusuran dengan cara menggusur. Kita menolak pemusnahan
dengan cara merancang pemusnahan-pemusnahan. Kita menghujat para
penindas dengan riang gembira sebagaimana iblis yakni kita halangi
dirinya untuk memperbaiki diri. Siapakah selain setan, iblis dan
dajjal yang menolak khusnul khotimah manusia, yang memblokade pintu
surga, yang menyorong mereka mendekat kepintu neraka.
Sesudah ditindas kita menyiapkan diri untuk menindas, sesudah
diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak. Sesudah dihancurkan
kita susun barisan untuk menghancurkan. Yang kita bangkitkan bukan
pembaharuan kebersamaan melainkan asyiknya perpecahan, yang kita
bangun bukan nikmatnya kemesraan tapi menggelegaknya kecurigaan. Yang
kita rintis bukan cinta dan ketulusan melainkan prasangka dan fitnah.
Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka melainkan rencana-rencana
panjang untuk menyelengarakan perang saudara. Yang kita kembang
suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai saudara-saudara kita
sendiri. Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta
melainkan memepersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang
kebencian dan iri hati. Pilihanku dan pilihanmu adalah apakah kita
akan menjadi bumi yang mempergelap cahaya matahari sehingga bumi kita
sendiri tidak akan mendapatkan cahaya atau kita berfungsi menjadi
rembulan, kita sorong diri kita bergeser kealam yang lebih tepat agar
kita bisa dapatkan sinar matahari dan kita pantulkan nilai-nilai
Tuhan itu kembali ke bumi.
Emha
Ainun Nadjib